Archives

Obat Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker rahim, berdasarkan namanya pastinya Anda tahu kalau kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang kaum wanita. Butuh waktu yang lama, 10 hingga 20 tahun untuk menjadi penyakit kanker. Pada awalnya hanya sebuah infeksi biasa yang ada pada organ reproduksi wanita sehingga sulit untuk terdeteksi apakah itu benar-benar penyakit kanker serviks atau penyakit biasa.

Banyak kasus kanker serviks yang agak terlambat diketahui, kebanyakan ditemukan ketika telah sampai pada tahap yang sedang selain itu penyakit ini menunjukan gejala yang berbeda pada wanita satu dengan wanita lainnya dan juga obat kanker. Sehingga wanita perlu waspada terhadap penyakit kanker serviks ini terutama pada ciri-ciri awal atau gejala awal yang ditimbulkan.

Penyakit kanker serviks pada wanita hampir 90 persennya dipicu oleh Human Papilloma Virus atau HPV khususnya HPV 16 dan HPV 18. Karena kanker serviks ini agak sulit ketika didagnosa maka mengenali gejala-gejala yang timbul bisa dijadikan sebagai tindakan pencegahan.

Apa Sajakah Gejala Awal Penyakit Kanker Serviks?

Berikut ini merupakan gejala kanker serviks:

– Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).

– Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.

– Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.

– Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.

– Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.

– Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.

Sebagian besar kasus kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh karena tidak didapatkannya gejala pada stadium awal yang membuat pasien wanita tidak waspada.

Pengobatan terhadap kanker serviks tergantung pada beberapa faktor. Misalnya stadium kanker, jenis kanker, usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, kondisi medis lain yang sedang dihadapi, dan pilihan pengobatan yang diinginkan.

Memutuskan cara pengobatan terbaik bisa sangat membingungkan. Kanker serviks biasanya akan ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter dari berbagai spesialisasi. Tim ini akan membantu memilih cara terbaik melanjutkan pengobatan, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.Jenis penanganan menurut stadium kanker terbagi dua.

Yang pertama adalah penanganan kanker serviks tahap awal, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Dan yang kedua adalah penanganan kanker serviks stadium akhir, yaitu radioterapi dan/atau kemoterapi, dan kadang operasi juga perlu dilakukan.

Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil pap smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

– Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.

– Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.

– LLETZ atau large loop excision of transformation zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks.

  1. Operasi radical trachelectomy

Prosedur ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Anda masih berpeluang memiliki anak karena rahim tidak diangkat. Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Akan disarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

  1. Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan untuk berbagai alasan, salah satunya untuk operasi kanker serviks stadium awal. Agar kanker tidak kembali lagi, radioterapi juga mungkin perlu dilakukan.

Ada dua jenis operasi histerektomi. Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.

Yang kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Efek samping atau komplikasi jangka pendek dari operasi histerektomi adalah:

– Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum

– Infeksi

– Pendarahan

– Penggumpalan darah

Kemungkinan komplikasi jangka panjang dari operasi histerektomi adalah:

– Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya.

– Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

– Ketidakmampuan menahan kencing.

– Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan.

Meski risiko komplikasi ini kecil, tapi akan sangat menyulitkan jika terjadi. Dengan histerektomi, kehamilan tidak mungkin terjadi dan jika ovarium diangkat, ini juga bisa memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

  1. Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah operasi besar yang hanya disarankan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain.

Setelah operasi, vagina bisa direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Anda tetap bisa melakukan hubungan seksĀ  beberapa bulan setelah operasi ini.

Terdapat dua tahapan pelvic exenteration yang harus dilewati. Tahap pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus.

Lalu tahap yang kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.