Archives

Obat Anti Kanker

Kanker merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya sebuah kelainan terhadap siklus sel khas yang menyebabkan sel berubah menjadi tumbuh tak terkendali, menyerang jaringan biologis di sekitarnya, serta memiliki kemampuan untuk berpindah ke jaringan tubuh yang lain sistem limfatik atau sirkulasi darah. Hal tersebutlah yang membedakan antara tumor jinak dan kanker. Ada beberapa jenis kanker yang dapat membentuk tumor, namun beberapa jenis yang lain tidak menimbulkan tumor misalnya leukimia.

Tapi jangan khawatir, dikarenakan sudah banyak penelitian tentang kanker, maka banyak ditemukan obat kanker dari berbagai macam tanaman. Selain berfungsi sebagai anti kanker, tanaman tersebut juga dapat dengan mudah untuk ditemukan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan? Untuk itu kami akan mencoba memberikan beberapa informasi mengenai obat anti kanker. Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel-sel Kanker. Banyak obat yang digunakan dalam Kemoterapi.

Kemoterapi adalah upaya untuk membunuh sel-sel kanker dengan mengganggu fungsi reproduksi sel. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker.

Kemoterapi bermanfaat untuk menurunkan ukuran kanker sebelum operasi, merusak semua sel-sel kanker yang tertinggal setelah operasi, dan mengobati beberapa macam kanker darah. Kemoterapi Merupakan bentuk pengobatan kanker dengan menggunakan obat sitostatika yaitu suatu zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker.

Berikut adalah obat-obatan antikanker silahkan simak dibawah ini:

  1. Siklofosfamid

~ Sediaan: Siklofosfamid tersedia dalam bentuk kristal 100, 200, 500 mg dan 1,2 gram untuk suntikan, dan tablet 25 dan 50 gram untuk pemberian per oral.

~ Indikasi: Leukemia limfositik Kronik, Penyakit Hodgkin, Limfoma non Hodgkin, Mieloma multiple, Neuro Blastoma, Tumor Payudara, ovarium, paru, Cerviks, Testis, Jaringan Lunak atau tumor Wilm.

~ Mekanisme kerja: Siklofosfamid merupakan pro drug yang dalam tubuh mengalami konversi oleh enzim sitokrom P-450 menjadi 4-hidroksisiklofosfamid dan aldofosfamid yang merupakan obat aktif. Aldofosfamid selanjutnya mengalami perubahan non enzimatik menjadi fosforamid dan akrolein.

Efek siklofosfamid dipengaruhi oleh penghambat atau perangsang enzim metabolismenya. Sebaliknya, siklofosfamid sendiri merupakan perangsang enzim mikrosom, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas obat lain.

  1. Klorambusil

~ Sediaan: Klorambusil tersedia sebagai tablet 2 mg. Untuk leukemia limfositik kronik, limfoma hodgkin dan non-hodgkin diberikan 1-3 mg/m2/hari sebgai dosis tunggal (pada penyakit hodgkin mungkin diperlukan dosis 0,2 mg/kg berat badan, sedangkan pada limfoma lain cukup 0,1 mg/kg berat badan).

~ Indikasi: Leukimia limfositik Kronik, Penyakit Hodgkin, dan limfoma non Hodgkin, Makroglonbulinemia primer.

~ Mekanisme kerja: Klorambusil (Leukeran) merupakan mustar nitrogen yang kerjanya paling lambat dan paling tidak toksik. Obat ini berguna untuk pengobatan paliatif leukemia limfositik kronik dn penyakin hodgkin (stadium III dan IV), limfoma non-hodgkin, mieloma multipel makroglobulinemia primer (Waldenstrom), dan kombinasi dengan daktinomisin pada karsinoma testis dan ovarium.

  1. Prokarbazin

~ Sediaan: Prokarbazin kapsul berisi 50 mg zat aktif. Dosis oral pada orang dewasa : 100 mg/m2 sehari sebagai dosis tunggal atau terbagi selama minggu pertama, diikuti pemberian 150-200 mg/m2 sehari selama 3 minggu, kemudian dikurangi menjadi 100 mg/m2 sehari sampai leukosit dibawah 4000/m2 atau respons dicapai. Dosis dikurangi pada pasien dengan gangguan hati dan ginjal.

~ Indikasi: Limfoma Hodgkin.

~ Mekanisme kerja: Mekanisme kerja belum diketahui, diduga berdasarkan alkilasis asam nukleat. Prokarbazin bersifat non spesifik terhadap siklus sel. Indikasi primernya ialah untuk pengobatan penyakit hodgkin stadium IIIB dan IV, terutama dalam kombinasi dengan mekloretamin, vinkristin dan prednison (regimen MOPP).

  1. Karboplatin

~ Sediaan: Serbuk injeksi 50 mg, 150 mg, 450 mg.

~ Indikasi: Kanker ovarium lanjut.

~ Mekanisme kerja: Mekanisme pasti masih belum diketahui dengan jelas, namun diperkirakan sama dengan agen alkilasi. Obat ini membunuh sel pada semua tingkat siklus, menghambat biosintesis DNA dan mengikat DNA melalui ikatan silang antar untai. Titik ikat utama adalah N7 guanin, namun juga terjadi interaksi kovalen dengan adenin dan sitosin.