Obat Kanker Hati

Kanker hati adalah penyakit dimana sel obat kanker yang tumbuh di organ hati. Beberapa tipe kanker hati primer di beri nama sesuai dengan asal tumbuh sel kanker tersebut. Hepatocellular carcinoma (HCC) atau hepatoma yang tumbuh dari sel utama hati yang disebut hepatocytes dan merupakan 85% dari kasus kanker primer. Kanker hati berasal dari sel berada pada garis saluran empedu yang disebut cholangiocytes, sehingga kanker hati ini lebih dikenal sebagai kanker cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu.

Berikut beberapa gejala yang banyak dialami oleh para penderita kanker hati.

– Demam

Kanker hati juga ditandai dengan demam yang cukup tinggi (suhunya bisa mencapai 39 derajat).

– Penyakit Kuning

Penyakit kuning juga sering terjadi pada penderita kanker hati (lebih kurang sepertiganya) yang disebabkan oleh tertekannya saluran empedu oleh benjolan tumor atau karena terjadinya kerusakan sel.

– Hati membengkak

Keadaan hati yang membengkak merupakan kondisi awal dan banyak terjadi pada seseorang yang akan menderita penyakit kanker hati. Hati manusia akan membengkak, menonjol pada bagian tertentu, lapisan luarnya menjadi tidak rata, dan sering merasakan sakit seperti orang yang tertekan.

– Terasa sakit di sekitar hati

Jika Anda merasakan sakit di daerah sekitar hati secara terus-menerus, maka harus segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah sakit yang dirasakan tersebut kanker hati atau bukan.

Jika kanker terjadi, maka organ hati akan cepat membesar dan menggencet selaput pembungkusnya. Hal itu diikuti dengan invasi ke seluruh hati dan area perut yang dampaknya bisa menyebabkan rasa sakit secara berkepanjangan. Jika tumornya tumbuh ke daerah diafragma, maka rasa sakit akan merambat ke punggung kanan atau bahu kanan.

Jika dokter umum mencurigai atau mendiagnosis Anda telah terkena kanker hati, Anda akan dirujuk ke rumah sakit spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat penyakit ini terdiagnosis, semakin efektif penanganan yang diberikan.

Pada kenyataannya hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup, setidaknya setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. Dan hanya 1 dari 20 pengidap yang dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun.

Hal ini dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.

Pengidap kanker hati akan ditangani dengan jenis pengobatan yang sesuai dengan stadium kanker masing-masing. Terdapat tiga cara utama yang dapat dilakukan untuk menangani kanker hati:

– Reseksi (operasi): mengambil bagian organ hati yang terkena kanker.

– Transplantasi hati: operasi untuk mengganti organ dengan hati yang baru.

– Radiofrequency ablation/RFA (pengangkatan dengan frekuensi radio): menggunakan panas untuk membunuh sel-sel bersifat kanker.

Pasien dapat sembuh total jika saat didiagnosis kanker, kanker yang dia derita berada pada stadium A. Namun penyembuhan total tidak dapat dilakukan jika kanker dideteksi berada pada stadium B atau C. Sedangkan pada stadium D, perawatan hanya akan berfokus pada meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

  1. Pengangkatan kanker hati melalui pembedahan (operasi)

Bedah reseksi dilakukan dengan mengangkat sel-sel bersifat kanker melalui operasi. Pada umumnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memulihkan organ Anda setelah operasi. Namun Anda sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit dalam waktu 6-12 hari setelah operasi.

Namun seperti semua prosedur medis, bedah reseksi juga memiliki risiko. Pada sebagian pasien, operasi reseksi hati menimbulkan komplikasi seperti infeksi, pendarahan, dan trombosis vena dalam.

Diperkirakan dari 30 orang yang menjalani operasi reseksi hati, terdapat 1 orang yang meninggal setelah atau saat operasi. Ini dikarenakan reseksi hati terkadang dapat menyebabkan komplikasi mematikan seperti serangan jantung.

  1. Transplantasi dengan donor hati

Transplantasi dapat dilakukan menggunakan organ dari orang yang sudah meninggal maupun pendonor yang masih hidup. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan.

Transplantasi dari orang yang meninggal akan menghadapi kondisi sebagai berikut:

– Dapat memakan waktu cukup lama untuk menunggu donor yang cocok.

– Hasilnya lebih baik dibanding dari pendonor yang masih hidup.

Sedangkan transplantasi dari pendonor yang masih hidup akan dihadapi pada kondisi berikut:

– Tidak perlu menunggu terlalu lama.

– Tingkat komplikasi prosedur yang lebih tinggi.

– Hasilnya cenderung tidak sebaik jika menggunakan hati dari seseorang yang sudah meninggal.

Selain itu, transplantasi hati hanya tepat dilakukan untuk kasus tertentu. Prosedur ini biasanya cocok jika tumor berdiameter kurang dari 5 cm. NamunĀ  tidak akan bermanfaat jika Anda mengidap beberapa tumor atau satu tumor yang berdiameter lebih dari 5 cm.

Transplantasi hati dapat direkomendasikan untuk pengidap dengan tiga atau beberapa tumor dengan diameter kurang dari 3 cm. Prosedur ini juga direkomendasikan pada pengidap tumor yang sangat tidak responsif terhadap pengobatan hingga tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan tumor hingga enam bulan kemudian.

  1. Membunuh Sel Kanker dengan Frekuensi Radio

RFA atau Radiofrequency Ablation membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan ukuran tumor dengan proses pemanasan yang menggunakan aliran listrik.

Ablasi/pengangkatan dengan frekuensi radio dapat direkomendasikan sebagai langkah alternatif selain operasi untuk menangani kasus dengan satu atau beberapa tumor berdiameter kurang dari 5 cm.

Setelah menjalani prosedur, Anda dapat merasa tidak nyaman dan mengalami gejala menyerupai flu, seperti menggigil atau sakit otot selama beberapa hari. Walau jarang, komplikasi yang mungkin terjadi adalah pendarahan, infeksi, luka bakar kecil, atau kerusakan di sekitar organ.