Obat Herbal Virus HIV

Penyakit HIV / AIDS termasuk salah satu penyakit infeksi yang terus berkembang dan bertambah penderitanya setiap tahun. Bahkan kasus kematian karena penyakit ini pun tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, virus penyebab HIV menyerang sistem kekebalan tubuh maka setiap orang yang terkena jenis penyakit ini akan sangat rentan sekali terkena penyakit infeksi lainnya seperti flu, infeksi paru, dll. Untuk itu banyak para peneliti yang terus berusaha melakukan riset obat HIV untuk mencegah penyebaran HIV / AIDS di dunia.

Saat kita terjangkit dengan virus HIV maka antibodi yang terbentuk terlambat atau antibodi tsb kurang efektif untuk melawan HIV. Selain itu HIV pun akan berkembang dan merusak sel-sel penting yang terdapat pada sistem kekebalan tubuh. Ini artinya saat seseorang terserang HIV maka akan terjadi kerusakan serius pada tubuh sehingga tak mampu melawan penyakit.

Vaksin yang Diperlukan Oleh Penderita HIV

Bagi Seluruh Orang Dewasa Dengan HIV Positif

  1. Hepatitis B (HBV)

Vaksin hepatitis B diberikan dalam 3 kali suntikan dalam waktu 6 bulan. Vaksin tidak diberikan bila anda sedang menderita hepatitis atau bila anda masih memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B.

Lakukanlah pemeriksaan darah untuk memeriksa kekebalan setelah anda menerima 3 kali suntikan vaksin hepatitis B. Jika kadar kekebalan anda terlalu rendah, maka anda mungkin membutuhkan pemeriksaan lainnya. Vaksin ini efektif selama sekitar 10 tahun.

  1. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Vaksin MMR diberikan melalui 1 atau 2 kali suntikan. Anda tidak perlu menerima vaksin ini bila anda lahir sebelum tahun 1957. Vaksin MMR merupakan satu-satunya vaksin yang mengandung virus hidup yang boleh diberikan pada penderita HIV positif, akan tetapi hanya bila jumlah CD4 anda lebih dari 200.

  1. Influenza

Vaksin influenza hanya diberikan satu kali melalui suntikan. Ulangilah pemberian vaksin setiap tahunnya untuk memperoleh perlindungan terbaik.

  1. Pneumonia

Vaksin pneumonia ini dapat diberikan melalui 1 atau 2 kali suntikan. Lakukanlah vaksinasi ini segera setelah anda terdiagnosa HIV, kecuali bila anda telah menerima vaksin ini dalam waktu 5 tahun terakhir.

Vaksin ini akan efektif dalam waktu 2-3 minggu setelah pemberian. Bila anda menerima vaksin saat jumlah CD4 anda kurang dari 200, maka ulangi pemberiannya setelah jumlah CD4 anda mencapai 200. Ulangi pemberian vaksin setiap 5 tahun.

  1. DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus) atau DT (Difteria dan Tetanus)

Vaksin DT atau DPT diberikan melalui satu suntikan dan diulang setiap 10 tahun. Pemberian vaksin dilakukan segera setelah anda mengalami luka seperti luka terbuka yang lebar yang harus dijahit.

Diagnosis HIV/AIDS

Orang yang baru saja terinfeksi HIV akan mengalami gejala seperti penyakit flu. Ini terjadi selama kurang lebih satu bulan setelah terinfeksi. Gejala awal yang muncul seperti demam, tenggorokan sakit dan munculnya ruam. Tapi, beberapa orang yang menderita HIV tidak merasakan tanda dan gejala selama bertahun-tahun.

Hanya dengan menjalani tes HIV, kita bisa tahu pasti apakah kita terinfeksi atau tidak. Makin cepat HIV terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi. Jika Anda merasa berisiko terinfeksi HIV, konsultasikan kepada dokter atau klinik kesehatan terdekat.

Jangan menunda penanganan setelah Anda tahu telah terinfeksi HIV. Jika terlambat, virus bisa dengan cepat menyebar ke dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa mengganggu kesehatan Anda. Anda juga bisa menghindari penyebaran virus kepada orang-orang terdekat atau pun kepada orang lain.

Obat untuk HIV

  1. Sambiloto

Sambiloto itu merupakan tanaman liar yang berkhasiat tinggi yakni mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti penyakit hiv. Jenis tumbuhan ini juga bisa dijumpai di tempat-tempat seperti pinggir sungai, kebun, tanah kosong yang lembab / dihalaman rumah.

Didalam tanaman sambiloto ini terdapat kandungan andrographolice & panicolin yang bermanfaat untuk menaikkan sistem imunitas tubuh. Tanaman ini juga dipercayai bisa mencegah virus HIV/AIDS. Itulah sebabnya di negara Amerika Serikat, tanaman ini telah dijadikan sebagai obat hiv.

  1. Jamur Lingzhi

Selain dengan banyak warna jamur lingzhi juga di kenal dengan memiliki rasa yang pahit, pedas, hangat, hingga kurang enak jika di jadikan menu masakan, karena jamur lingzhi tidak biasanya di gunakan sebagai menu makanan.

Lingzhi memiliki kandungan gizi dengan lengkap dan dapat di terima oleh tubuh karena jamur lingzhi sangat baik untuk menjaga kesehatan dan memberikan nutrisi pada tubuh agar menjaga tubuh dari penyakit HIV/AIDS yang sering terjadi pada anak remaja dan dewasa.

  1. Akar Tawas Ut

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui khasiat dari akar tawas ut, akar tawas ut ini sangat terkenal di daerah pedalaman hutan Kalteng karena memiliki khasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama sangat bagus mengobati luka dan peradangan dengan cepat tanpa menimbulkan infeksi.

Sangat bagus sebagai obat herbal pendamping untuk mengobati penyakit HIV/AIDS. Apalagi senyawa aktif alaminya yang mengandung flavonoid yang tinggi sehingga dapat memberantas bakteri dan virus dengan cepat apalagi diduga zat yang berwarna ungu di akar tawas ut banyak mengandung senyawa aktif yang kuat dan bagus untuk mengobati berbagai macam penyakit berat.