Obat Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari. Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Obat Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Penyebab Diabetes Insipidus Sesuai Jenisnya

Penyakit diabetes insipidus banyak jenisnya, masing-masing memliki penyebab yang berbada. Jika dirangkumkan penyebab diabetes insipidus adalah sebagai berikut:

Diabetes Insipidus Sentral

Produksi hormon anti-diuretik (ADH) menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera kepala, pembengkakan di otak, tumor hipofisis atau kurangnya aliran darah ke kelenjar pituitari.

Diabetes insipidus Nefrogenik

Gangguan terletak pada ginjal, yaitu ketika ginjal tidak dapat merespon dengan baik terhadap ADH. Obat-obatan seperti tetrasiklin atau lithium dapat menyebabkan hal ini. Kondisi lain seperti kalsium tinggi dalam darah, penyakit ginjal polikistik dan anemia sel sabit juga dapat mempengaruhi ginjal. Hal ini juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal genetik langka.

Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Jika Anda menghasilkan urine sebanyak 3-4 liter dalam satu hari (24 jam), kondisi ini dianggap sebagai diabetes insipidus kranial ringan. Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Anda bisa meredakan gejala yang muncul dengan meningkatkan konsumsi air putih Anda untuk menghindari dehidrasi. Dokter akan menyarankan setidaknya mengonsumsi 2,5 liter dalam satu hari.

Jika kondisi yang Anda alami cukup parah dan disebabkan oleh rendahnya produksi hormon antidiuretik, maka mengonsumsi banyak air belum cukup untuk meredakan gejala yang muncul. Berikut ini beberapa obat yang mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi yang dialami.

  1. Desmopressin

Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan memiliki fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Obat ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat. Untuk tahu lebih banyak tentang obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

  1. Thiazide diuretik

Obat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan bagi pria, mengalami disfungsi ereksi.

  1. Obat Anti-inflamasi Non-steroid

Jika kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazide diuretik, obat ini bisa menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika kondisi yang Anda alami disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta Anda berhenti mengonsumsinya dan mencari obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Jika organ ginjal mengalami gangguan dan tidak bisa merespons hormon antidiuretik sehingga menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik, maka Anda akan disarankan untuk meminum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi. Obat desmopressin tidak bisa mengatasi kondisi ini.

Mengurangi asupan garam juga akan membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urine.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda terus-menerus haus dan buang air kecil berlebihan dibanding biasanya, maka sebaiknya periksalah ke dokter. Sebagai patokan, buang air kecil normal sekitar 4 sampai 7 kali sehari. Sementara anak-anak mungkin buang air kecil lebih sering karena kandung kemih yang kecil, mereka biasanya buang air kecil sekitar 10 kali sehari.