Obat Diabetes Generic

Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang sering muncul dengan tanda ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin. Penyakit ini memiliki tanda awal berupa meningkatnya kadar gula yang ada di dalam darah, akibatnya ada gangguan system metabolisme dalam tubuh. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan namun anda dapat mengatur kadar gula darah agar tetap terkontrol dan tidak perlud diberi obat diabetes.

Diabetes ini bisa terjadi karena kurangnya insulin, insulin merupakan salah satu zat yang dihasilkan pankreas untuk dapat mengolah zat gula darah (glukosa) sehingga dapat menjadi suatu energi. Beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita diabetes meliputi sering buang air kecil, anda sering merasakan haus dan juga lapar, serta badan anda terasa lemas dan juga ngantuk.

Obat Generik untuk Diabetes

Berikut adalah macam-macam obat diabetes yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit DM:

  1. Acarbose

Acarbose adalah jenis obat diabetes yang penggunaannya baik dikombinasikan dengan obat jenis sulfonylurea. Fungsi dari obat jenis acarbose sendiri adalah untuk memperlambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh.

Obat jenis ini sangat disarankan digunakan oleh penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah 180 mg/dl dalam keadaan puasa dan juga yang sering memakan makanan berkarbohidrat tinggi. Namun demikian, obat jenis acarbose ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang yang berumur kurang dari 18 tahun.

  1. Sulfonylurea

Jenis obat diabetes melitus yang pertama adalah sulfonylurea. Obat ini berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak hormon insulin. Obat ini hanya bermanfaat jika dikonsumsi oleh penderita DM yang tidak mengalami kerusakan organ pankreas.

Itulah mengapa penderita DM tipe 1 tidak akan pernah disarankan dokter untuk meminum obat jenis ini. obat ini memang paling banyak digunakan oleh penderita DM tipe 2 yang tidak memiliki masalah kelebihan berat badan. Sangat disarankan untuk tidak meminum obat jenis sulfonylurea ini sebelum tidur. Karena ada kemungkinan penderita DM mengalami hipoglikemia saat tertidur.

  1. Biguanid

Selain sulfonylurea, penderita DM tipe 2 juga terkadang diberikan obat jenis biguanid. Obat jenis biguanid ini memiliki fungsi untuk merangsang sel-sel di dalam tubuh agar lebih peka terhadap insulin. Karena fungsinya yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh, maka obat ini sering digunakan oleh penderita DM tipe 2 yang juga mengalami kelebihan berat badan.

Sayangnya, obat jenis biguanid ini memiliki efek samping pada pencernaan. Oleh sebab itu, lebih disarankan untuk meminum obat ini dengan dosis rendah setelah makan jika anda belum pernah meminumnya. Selain itu, obat ini juga sangat tidak disarankan untuk diminum oleh wanita hamil dan juga menyusui.

  1. Insulin

Obat jenis insulin memang sudah tidak asing lagi. Karena obat jenis ini sangat sering digunakan oleh penderita DM tipe 1. Penderita DM tipe 1 memiliki masalah kekurangan hormon insulin sehingga membutuhkan tambahan hormon insulin buatan. Insulin buatan bisa disuntikkan di bagian dinding perut, paha, maupun lengan bagian atas.

Namun memang ada beberapa kasus khusus yang mengharuskan penyuntikan insulin dilakukan di pembuluh darah maupun otot. Dari macam-macam obat diabetes, penggunaan suntikan insulin adalah yang paling dipertanyakan oleh penderita diabetes melitus.

Kebanyakan penderita DM terutama DM tipe 1 masih belum paham mengenai kapan mereka harus mendapatkan suntikan insulin. Penyuntikan insulin sebaiknya dilakukan di saat penderita diabetes melitus mengalami beberapa hal berikut ini:

– Penderita DM yang gagal menggunakan obat-obatan jenis tablet.

– Mengalami komplikasi luka gangrene.

– Penderita DM yang mengalami kondisi KAD dan juga koma.

– Penderita DM yang mengalami komplikasi pada organ ginjal dan hati yang sudah tergolong parah.

– Penderita diabetes melitus gestasional yang pola makannya tidak teratur.

– Penderita DM yang mulai mengalami penurunan berat badan secara drastis.