Obat Anti Virus HIV AIDS

HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah,maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC,diare,sakit kulit,dll.

Meski belum ada obat HIV untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat.

Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Obat-obatan Antiretroviral

Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

Vaksin

ika anda terinfeksi oleh HIV atau menderita AIDS, maka anda membutuhkan pertahanan lebih terhadap berbagai infeksi seperti flu akibat penurunan sistem kekebalan tubuh anda yang membuat anda sulit melawan berbagai infeksi.

Vaksin atau imunisasi dapat membantu tubuh anda mempertahan dirinya dari berbagai infeksi. Akan tetapi, bila anda menderita HIV/AIDS, maka efek imunisasi yang anda alami dapat berbeda dengan efek imunisasi pada orang lain yang tidak menderita HIV/AIDS.

Tidak semua vaksin aman diberikan pada penderita HIV/AIDS. Vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan dapat menyebabkan penderita HIV/AIDS mengalami infeksi ringan. Penderita HIV/AIDS hanya dapat menerima vaksin tertentu yang tidak lagi mengandung virus atau bakteri hidup di dalamnya.

Efek Samping Vaksin

Siapapun dapat mengalami beberapa efek samping vaksin di bawah ini, baik anda menderita HIV/AIDS ataupun tidak. Beberapa efek samping tersebut adalah:

– Nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada bekas tempat suntikan vaksin

– Mual

– Badan terasa lemah

– Merasa lelah

Bila anda menderita HIV/AIDS, maka terdapat beberapa efek samping tambahan saat anda menerima vaksin, yaitu:

  1. Vaksin dapat meningkatkan jumlah HIV di dalam tubuh anda
  2. Vaksin mungkin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya bila kadar CD4 (salah satu jenis sel darah putih) anda terlalu rendah. Mengkonsumsi obat antiretrovirus kuat sebelum pemberian vaksin mungkin dapat membantu bila kadar CD4 anda rendah
  3. Vaksin yang berisi virus hidup yang telah dilemahkan dapat membuat anda mengalami infeksi yang seharusnya dicegah melalui pemberian vaksin tersebut. Oleh karena itu, anda sebaiknya menghindari menerima vaksin berisi virus hidup seperti cacar air atau flu.

Selain itu, hindarilah kontak dekat dengan seseorang yang baru saja menerima vaksin berisi virus hidup tersebut selama 2-3 minggu.

Vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella) merupakan satu-satunya vaksin berisi virus hidup yang kadangkala masih boleh diberikan pada penderita HIV/AIDS. Akan tetapi, hindari vaksin MMR bila kadar CD4 anda kurang dari 200, mengalami gejala HIV, mengalami gejala AIDS

Obat Herbal untuk HIV/AIDS

  1. Ginseng

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi HIV/AIDS adalah ginseng. Salah satu tanaman yang populer dengan khasiat ajaibnya ini rupanya juga terbukti dapat mengatasi HIV AIDS secara alami.

Adapun cara mengkonsumsi bahan alami untuk penyakit HIV ini dapat disesuaikan dengan selera, misalnya dengan menyeduhnya menggunakan air panas dan mencampurkan dengan sedikit madu. Konsumsi secara rutin dapat mengatasi adanya infeksi serta radang yang diakibatkan oleh penyakit HIV AIDS.

  1. Akar Tawas Ut

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui khasiat dari akar tawas ut, akar tawas ut ini sangat terkenal di daerah pedalaman hutan Kalteng karena memiliki khasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama sangat bagus mengobati luka dan peradangan dengan cepat tanpa menimbulkan infeksi.

Sangat bagus sebagai obat herbal pendamping untuk mengobati penyakit HIV/AIDS. Apalagi senyawa aktif alaminya yang mengandung flavonoid yang tinggi sehingga dapat memberantas bakteri dan virus dengan cepat apalagi diduga zat yang berwarna ungu di akar tawas ut banyak mengandung senyawa aktif yang kuat dan bagus untuk mengobati berbagai macam penyakit berat.

  1. Jamur Lingzhi

Selain dengan banyak warna jamur lingzhi juga di kenal dengan memiliki rasa yang pahit, pedas, hangat, hingga kurang enak jika di jadikan menu masakan, karena jamur lingzhi tidak biasanya di gunakan sebagai menu makanan.

Lingzhi memiliki kandungan gizi dengan lengkap dan dapat di terima oleh tubuh karena jamur lingzhi sangat baik untuk menjaga kesehatan dan memberikan nutrisi pada tubuh agar menjaga tubuh dari penyakit HIV/AIDS yang sering terjadi pada anak remaja dan dewasa.