Obat Penyakit Virus HIV

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang mengakibatkan penderitanya akan mudah terserang penyakit lain. Sistem kekebalan tubuh memiliki peranan untuk melindungi tubuh kita dari berbagai jenis penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dalam sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 ( jenis sel darah putih ).

Namun sel CD4 akan dibunuh oleh obat HIV saat menggandakan diri dalam darah. Semakin lama kita terinfeksi HIV, semakin banyak sel CD4 dibunuh, sehingga jumlah sel tersebut akan menjadi semakin rendah. Dengan kadar sel CD4 yang semakin sedikit, kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari infeksi akan semakin berkurang.

Oleh karena itu, kesehatan sistem kekebalan tubuh para ODHA dapat dinilai dengan mengukur jumlah sel CD4. Pada orang yang tidak terinfeksi HIV, kadar sel CD4 normal berkisar antara 500 dan 1.500. Setelah kita terinfeksi HIV, jumlah ini akan mulai menurun.

Yang berbahaya adalah biasanya para penderita akan mengalami gejala penyakit yang hebat ketika telah mengidap HIV selama bertahun-tahun ( fase AIDS ), sedangkan pada tahap awal para penderita hanya akan mengalami gejala ringan seperti flu selama beberapa minggu ( Infeksi HIV Akut ).

Sehingga banyak yang tidak menyadari keberadaan HIV dan mudah sekali menularkan virus ini kepada orang lain yakni melalui hubungan seksual maupun melalui jarum suntik yang telah tercemar HIV. Bagi para penderita penyakit AIDS, sangat rentan terkena infeksi bakteri atau virus lain yang bisa menyebabkan kematian.

Faktor apa yang mengakibatkan orang lain bisa tertular dengan penyakit HIV AIDS ?

  1. Dampak dari berhubungan intim bebas

melakukan hubungan intim tidak sehat & tidak memakai pelindung akan jadi peringkat ke-1 terbesar pemicu menularnya HIV AIDS. Terjadinya hal ini dikarenakan ketika terjadi kontak sekresi di cairan vagina pada bagian alat kelamin akan membuat seseorang tertular dengan penyakit HIV AIDS.

  1. Akibat pemakaian jarum suntik yang tidak steril

Hal tersebut sangat bisa mendorong orang-orang untuk terserang oleh penyakit HIV AIDS. Dan para pengguna narkoba yang kadang-kadang sama-sama bertukar jarum suntik akan dengan gampang tertular oleh penyakit HIV AIDS.

Dan penularan ini bisa terjadi diakibatkan jarum suntik yang tidak steril, yang dikarenakan oleh cairan pada pengidap HIV AIDS pindah kedalam tubuh yang sehat {normal}.

  1. Berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman, sering gonta-ganti pasangan ketika berhubungan intim akan beresiko untuk terjangkit oleh penyait HIV AIDS. Apalagi berhubungan tanpa menggunakan pengaman maka akan lebih beresiko lagi.
  2. Karena transfusi darah yang tidak steril, cairan dalam tubuh orang yang mengidap penyakit AIDS sangat gampang menular, sehingga ketika melakukan transfusi darah, Anda harus lebih teliti, sebab pemilihan & penyeleksian donor adalah fase pertama untuk mencegah terjadinya penularan AIDS.

Diagnosis HIV/AIDS

Orang yang baru saja terinfeksi HIV akan mengalami gejala seperti penyakit flu. Ini terjadi selama kurang lebih satu bulan setelah terinfeksi. Gejala awal yang muncul seperti demam, tenggorokan sakit dan munculnya ruam. Tapi, beberapa orang yang menderita HIV tidak merasakan tanda dan gejala selama bertahun-tahun.

Hanya dengan menjalani tes HIV, kita bisa tahu pasti apakah kita terinfeksi atau tidak. Makin cepat HIV terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi. Jika Anda merasa berisiko terinfeksi HIV, konsultasikan kepada dokter atau klinik kesehatan terdekat.

Jangan menunda penanganan setelah Anda tahu telah terinfeksi HIV. Jika terlambat, virus bisa dengan cepat menyebar ke dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa mengganggu kesehatan Anda. Anda juga bisa menghindari penyebaran virus kepada orang-orang terdekat atau pun kepada orang lain.

Obat untuk Penderita HIV

  1. Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

  1. Meniran

Meniran merupakan jenis tanaman yang mempunyai tekstur batang bulat & basah, dengan tinggi kurang dari 50cm. Daunnya bertekstur sirip genap, yang mana pada tiap tangkainya, mempunyai daun beragam & berbentuk lonjong.

Bunga meniran ada pada bagian ketiak daun yang mengarah kebawah. Walaupun ini termasuk kedalam jenis tanaman semak, akan tetapi jangan dianggap remeh, sebab tanaman ini mempunyai khasiat & manfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti untuk obat tradisional hiv aids.

Dan meniran ini merupakan jenis tumbuhan khas Indonesia. Secara klinis, ekstrak meniran sudah dibuktikan bersifat immunistimulan / bisa merangsang imunitas tubuh, sehingga kuat akan serangan penyakit.

Didalam tanaman ini terdapat kandungan beberapa komponen kimia, seperti flavonoid yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh manusia supaya dapat bekerja dengan lebih baik. Tanaman herbal ini dipakai untuk terapi tambahan pengidap penyakit HIV/AIDS.

  1. Sirsak

Mungkin saja daun sirsak ini tak semenggiurkan daging buah sirsak. Namun faktanya, daun sirsak ini memiliki manfaat yang jauh lebih banyak ketimbang buahnya.

Mengapa demikian? Karena, didalam daun sirsak ada banyak sekali kandungan yang berkhasiat seperti kandungan accetogenins, annocatalin, annocatin, annohexocin, annonacin, anonol, caclourine, annomourine, annomouricin, gentisic acid, gigantetronin, lineloid acid dan juga muricapentosin.

Semua senyawa itu bermanfaat sekali untuk mengobati penyakit ataupun untuk menaikkan sistem imun tubuh.

Nah, bagi penderita HIV/AIDS yang ingin mengkonsumsi daun sirsak sebagai obat tradisional hiv, lakukan dengan cara merebus daun sirsak. Dikarenakan daun sirsak ini diyakini mampu menaikkan sistem imunitas tubuh, menambah stamina serta kebugaran tubuh.

Obat Untuk HIV Dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada obat HIV yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Gejala HIV

Gejala yang mungkin timbul yang disebabkan HIV adalah:

1.Pneumonia

Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.

2.Berkeringat saat malam

Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Gejala ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.

3.Perubahan pada kuku

Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

4.Demam

Salah satu gejala paling umum dari ARS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

5.Kelelahan

Gejala lain ARS adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

Pencegahan HIV AIDS

Cara yang paling aman untuk Pencegahan HIV AIDS agar tidak terinfeksi HIV dan terkena AIDS adalah :

– Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tetap (tidak berganti-ganti pasangan seksual)

– Hindari hubungan seksual di luar nikah

– Hindari transfusi darah yang tidak jelas sumber asalnya

– Gunakan kondom jika melakukan hubungan seksual beresiko tinggi

– Gunakan alat-alat medis dan nonmedis yang terjamin steril

Obat HIV

Berikut obat herbal yang mungkin dapat anda gunakan:

  1. Bawang Putih

Salah satu bumbu dapur yang satu ini memang terbukti mengatasi berbagai permasalah kesehatan tubuh yang berhubungan dengan virus. Salah satu khasiat yang dimilikinya adalah untuk mengatasi penyakit HIV/AIDS secara alami.

Konsumsi bawang putih hendaknya dilakukan secara rutin. Selain untuk menjaga kekebalan dalam tubuh dan berperan sebagai salah satu cara alami mengatasi HIV/AIDS, bawang putih juga memiliki khasiat baik dalam meminimalisir efek samping dari pengobatan ARV maupun ART.

  1. Genarium

Genarium itu merupakan jenis bunga yang berukuran kecil dan biasa tumbuh dengan bergerombolan. Tanaman ini berbunga dengan warna yang bervariasi seperti biru, pink, ungu atau putih. Dari kebanyakan orang mengetahui kalau bunga ini cuma dapat mencegah gigitan nyamuk.

Akan tetapi peneliti baru-baru ini menemukan bahwa ekstrak bunga geranium diyakini dapat digunakan untuk obat herbal hiv aids.

Dan peneliti dari Jerman mengatakan kalau ekstrak bunga geranium mampu menangkal virus HIV menyerang sel manusia. Virus HIV ini dibagi menjadi 2 macam, yakni HIV-1 & HIV-2. Dari ke-2 virus itu bertanggung jawab mengakibatkan terjadinya penyakit AIDS pada seseorang. Dan ungkapan para peneliti kalau ekstrak bunga geranium mampu menjadi obat terbaru untuk menangkal virus HIV-1.

Obat hiv telah ditemukan, saat dilakukan penelitian di German research Centre for Environmental Health, Munich juga menemukan kalau ekstrak geranium dapat menangkal virus untuk melakukan replikasi jenis baru dari HIV-1 dan melindungi sel imunitas tubuh dan juga sel darah dari infeksi virus HIV tersebut.

Terapi Akupuntur untuk HIV

Akupuntur merupakan salah satu pengobatan dengan menggunakan jarum kecil yang ditusukkan pada bagian tubuh tertentu. Pengobatan ini sejatinya hanya untuk memperlancar peredaran darah dan mengurangi rasa sakit.

Obat Kanker Prostat

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang hanya dialami oleh kaum pria. Hal ini disebabkan karena kanker prostat ini menyerang kelenjar prostat yang dimiliki oleh kaum pria. Kelenjar prostat itu sendiri adalah kelanjar yang berada pada sistem reproduksi pria. Jika kelenjar ini diserang, maka fungsi nya pun akan memburuk. Beberapa fungsi dari kelenjar prostat adalah pembuat energi sperma, pembuat air mani, membuat saluran vagina menjadi tidak asam dan sebagai penekan cairan keputihan.

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa kanker prostat ini hanya terdapat pada kaum pria saja, karena penyakit ini menyerang kelenjar prostat yang dimiliki oleh pria tentunya. Kanker atau yang biasanya bermula dari tumor ganas ini mulai menyerang pria yang berusia sekitar 50 tahun. Akan tetapi, pada tahap ini penderita biasnaya belum menyadari akan penyakitnya. Barulah mereka mencapai usia 70 tahun, penderita mulai menunjukan gejala gejala. Tanpa disadari, tumor ini telah berkembang selama 20 tahun dan tanpa disadari pula penderita sudah mencapai tingkat akhir, dimana harus melakukan obat kanker prostat stadium 4.

Ketidak jelalasan gejala pada stadium awal inilah yang membuat banyak orang was-was, takut dan khawatir. Apalagi kanker prostat ini adalah penyakit kanker paling ganas setelah kanker paru paru. Hasil ini merupakan hasil penelitian dari Amerika yang memiliki cukup banyak catatan mengenai penyakit kanker prostat ini. Belum lagi jumlah penderita, yang meninggal dunia karena penyakit ini, meningkat setiap tahunnya hingga mencapai sekitar 30 ribu penderita meninggal setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya mungkin pengobatan kanker prostatstadium 4 yang cukup sulit.

Bagi penderita kanker prostat, mungkin akan membingungkan dalam memilih prosedur pengobatan terbaik yang bisa dilakukan. Tiap pengobatan yang dilakukan memiliki risiko dan juga keuntungan masing-masing. Pengobatan kanker prostat tergantung kepada beberapa faktor:

– Stadium kanker

– Ukuran kanker

– Usia dan harapan hidup pasien

– Seberapa luas penyebaran kanker yang telah terjadi

– Kondisi kesehatan pasien

Berikut ini adalah beberapa cara penanganan kanker prostat yang dianjurkan:

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan energi radiasi untuk membunuh sel kanker pada kasus di mana kanker belum menyebar keluar dari prostat. Radioterapi juga bisa digunakan pasca operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Selain itu, radioterapi juga dilakukan untuk meredakan gejala atau rasa sakit dan memperlambat tingkat perkembangan kanker pada kasus kanker yang sudah lanjut.

  1. Kemoterapi

Pada langkah penanganan ini, penderita akan diresepkan obat anti-kanker oleh dokter. Tindakan ini sangat tepat jika kondisi kanker sudah menyebar ke organ-organ di luar kelenjar prostat.

  1. Terapi Hormon

Terapi hormon biasanya digabungkan dengan prosedur radioterapi. Terapi hormon yang dilakukan sebelum radioterapi bertujuan meningkatkan kesuksesan pengobatan. Sedangkan terapi hormon yang diberikan setelah radioterapi dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kembalinya sel-sel kanker.

  1. TURP atau trans-urethral resection

TURP adalah prosedur operasi dalam memotong bagian dari kelenjar prostat. TURP dilakukan dengan cara anastesi umum atau anastesi tulang belakang, agar Anda tidak merasakan rasa sakit selama pembedahan berlangsung. Tujuan dari operasi adalah meringankan atau menghilangkan gejala buang air kecil yang terganggu akibat kanker prostat

Dokter bedah akan memasukkan kawat besi dengan bagian melingkar di ujungnya ke dalam uretra menuju prostat. Arus listrik digunakan untuk memanaskan bagian melingkar yang berfungsi untuk memotong kanker prostat.

  1. Prostatektomi radikal

Prostatektomi radikal adalah prosedur operasi untuk mengangkat kelenjar prostat dan jaringan di sekitarnya. Prostatektomi radikal bisa menyembuhkan kanker prostat pada pria jika kanker belum menyebar keluar dari kelenjar prostat. Tapi terdapat kemungkinan kecil bahwa tidak semua sel-sel kanker bisa terangkat. Ada kemungkinan sel kanker akan kembali pasca operasi.

Beberapa potensi komplikasi dari prosedur prostatektomi radikal adalah:

– Inkontinensia urine, yaitu ketidakmampuan mengendalikan buang air kecil.

– Tidak bisa lagi ejakulasi sehingga tidak bisa memiliki anak melalui hubungan intim.

– Disfungsi ereksi. Lebih dikenal dengan istilah impotensi. Ketidakmampuan dalam mencapai dan mempertahankan ereksi.

  1. Kryoterapi

Kryoterapi terkadang dilakukan untuk menangani kanker prostat stadium awal. Namun, kebanyakan dokter tidak akan memilih penanganan ini sebagai langkah awal pengobatan.

Pada prosedur ini, dokter akan menggunakan embusan suhu sangat dingin untuk membekukan dan membunuh sel kanker prostat. Beberapa efek samping dari tindakan ini adalah:

– Kebanyakan pasien akan mengalami darah bercampur pada urine selama sehari hingga dua hari setelah tindakan kryoterapi.

– Disfungsi ereksi atau impotensi, karena kryoterapi berisiko merusak saraf di sekitar prostat yang mengontrol ereksi.

– Kesulitan mengontrol buang air kecil.

– Kryoterapi berpengaruh pada anus dan kandung kemih, yang membuat munculnya rasa nyeri, rasa perih, dan seringnya muncul dorongan untuk buang air kecil.

Obat Kanker Usus

Kanker usus besar itu merupakan salah satu macam penyakit kanker yang kerap di alami oleh kaum pria ataupun wanita yang sudah berusia 50 tahun keatas. Pada pria, kanker usus besar ini menduduki urutan nomor 3 sesudah kanker prostat dan paru-paru. Sedangkan pada wanita kanker usus besar ini juga menempati urutan nomor 3 sesudah obat kanker payudara dan kanker paru paru. Sebetulnya, kanker usus besar itu ialah tumbuhnya sebuah sel kanker ganas dibagian dalam permukaan usus besar. Yang walaupun dari sebagian besar kanker usus besar ini bermula dari pertumbuhan sel adenoma (sel non ganas).

Pada tahap stadium awal, adenoma (sel non-ganas) itu bisa di angkat dengan gampang sebab cuma berbentuk polip (sel yang tumbuh secara drastis). Namun, sayangnya ketika masih tahap awal, kadang-kadang adenoma (sel non ganas) itu tidak menunjukkan gejala apa-apa sehingga tidak dapat dideteksi dalam waktu yang sebentar.

Banyak sekali penyebab kanker usus ini dan bisa di sebab kan oleh beberapa faktor di antaranya:

  1. Faktor Makanan

Makanan tinggi lemak dan kolesterol (terutama dari sumber hewan ) dapat menyebabkan kanker. Makan makanan rendah serat juga telah di kaitkan dengan peninggkatan resiko kanker usus.

  1. Faktor Lingkungan

Penelitian terhadapt penyakit kanker usus telah menujukan bahwa linggkungan dapat memainkan perasaan besar dalam perkembanganya kanker usus. Dimana anda tinggal, siapa di sekitar anda, apa pekerjaan anda, teman teman sekolah anda, semuanya bisa mengpengaruhi resiko terkena kanker usus.

  1. Faktor Usia

Faktor usia adalah faktor utama yang terjadinya penyakit kanker usus karena kebanyakan penderita kanker usus sering di temui utama nya pada pria dan wanita berusia 50 tahun lebih jadi faktor usia sangat menunjang terjadi nya penyakit kanker usus.

  1. Alkohol

Penelitian telah menunjukan bahwa alkohol meminum alkohol bisa meningkatkan resiko terkena penyakit kanker usus maka sebaik nya hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol.

Stadium atau tingkat keparahan kanker akan menentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan oleh dokter. Berikut ini adalah tiga jenis pengobatan utama pada kasus kanker usus besar.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan. Obat-obatan ini dapat berbentuk tablet yang diminum, infus, atau kombinasi keduanya. Beberapa contoh obat kanker usus besar adalah cetuximab dan bevacizumab.

Pada kasus kanker usus besar, kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk menyusutkan tumor, meredakan gejala yang dirasakan pasien, atau memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi juga bisa diberikan pasca operasi untuk mencegah kanker muncul kembali.

  1. Operasi

Jenis operasi penanganan kanker usus besar dilakukan tergantung dari tingkat keparahan penyebaran kanker itu sendiri. Jika kanker yang terdiagnosis masih dalam tahap awal, biasanya operasi bisa dilakukan lewat kolonoskopi untuk menghilangkan pertumbuhan kanker. Jika tidak bisa melalui kolonoskopi, maka bisa diangkat melalui operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi.

Jenis prosedur kedua dinamakan operasi kolostomi. Ini dilakukan jika kanker telah menyebar melalui dinding-dinding usus. Melalui kolostomi, bagian usus besar yang telah digerogoti oleh kanker akan diangkat. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitarnya juga akan di angkat.

  1. Radioterapi

Tujuan radioterapi sama seperti kemoterapi, yaitu untuk membunuh sel-sel kanker. Namun pada radioterapi, metode pengobatan dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi.

Sebelum operasi, radioterapi bisa dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor atau meringankan gejala apabila kanker telah menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Sedangkan radioterapi yang dilakukan pascaoperasi bertujuan untuk mencegah kanker supaya tidak kembali.

Ada dua jenis radioterapi, di antaranya:

– Radioterapi eksternal. Pada metode ini sel-sel kanker dihancurkan dengan memancarkan gelombang radiasi tingkat tinggi ke kanker pasien. Biasanya terapi ini dilakukan sebanyak lima hari dalam seminggu, selama satu hingga lima minggu. Tiap sesi pengobatan akan menghabiskan waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit.

– Radioterapi internal. Pada metode ini kanker usus akan disusutkan dengan menggunakan selang radioaktif yang diletakkan di sebelah kanker. Radioterapi internal biasanya dilakukan sebanyak satu sesi sebelum operasi.

Obat Kanker Hati

Kanker hati adalah penyakit dimana sel obat kanker yang tumbuh di organ hati. Beberapa tipe kanker hati primer di beri nama sesuai dengan asal tumbuh sel kanker tersebut. Hepatocellular carcinoma (HCC) atau hepatoma yang tumbuh dari sel utama hati yang disebut hepatocytes dan merupakan 85% dari kasus kanker primer. Kanker hati berasal dari sel berada pada garis saluran empedu yang disebut cholangiocytes, sehingga kanker hati ini lebih dikenal sebagai kanker cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu.

Berikut beberapa gejala yang banyak dialami oleh para penderita kanker hati.

– Demam

Kanker hati juga ditandai dengan demam yang cukup tinggi (suhunya bisa mencapai 39 derajat).

– Penyakit Kuning

Penyakit kuning juga sering terjadi pada penderita kanker hati (lebih kurang sepertiganya) yang disebabkan oleh tertekannya saluran empedu oleh benjolan tumor atau karena terjadinya kerusakan sel.

– Hati membengkak

Keadaan hati yang membengkak merupakan kondisi awal dan banyak terjadi pada seseorang yang akan menderita penyakit kanker hati. Hati manusia akan membengkak, menonjol pada bagian tertentu, lapisan luarnya menjadi tidak rata, dan sering merasakan sakit seperti orang yang tertekan.

– Terasa sakit di sekitar hati

Jika Anda merasakan sakit di daerah sekitar hati secara terus-menerus, maka harus segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah sakit yang dirasakan tersebut kanker hati atau bukan.

Jika kanker terjadi, maka organ hati akan cepat membesar dan menggencet selaput pembungkusnya. Hal itu diikuti dengan invasi ke seluruh hati dan area perut yang dampaknya bisa menyebabkan rasa sakit secara berkepanjangan. Jika tumornya tumbuh ke daerah diafragma, maka rasa sakit akan merambat ke punggung kanan atau bahu kanan.

Jika dokter umum mencurigai atau mendiagnosis Anda telah terkena kanker hati, Anda akan dirujuk ke rumah sakit spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat penyakit ini terdiagnosis, semakin efektif penanganan yang diberikan.

Pada kenyataannya hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup, setidaknya setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. Dan hanya 1 dari 20 pengidap yang dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun.

Hal ini dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.

Pengidap kanker hati akan ditangani dengan jenis pengobatan yang sesuai dengan stadium kanker masing-masing. Terdapat tiga cara utama yang dapat dilakukan untuk menangani kanker hati:

– Reseksi (operasi): mengambil bagian organ hati yang terkena kanker.

– Transplantasi hati: operasi untuk mengganti organ dengan hati yang baru.

– Radiofrequency ablation/RFA (pengangkatan dengan frekuensi radio): menggunakan panas untuk membunuh sel-sel bersifat kanker.

Pasien dapat sembuh total jika saat didiagnosis kanker, kanker yang dia derita berada pada stadium A. Namun penyembuhan total tidak dapat dilakukan jika kanker dideteksi berada pada stadium B atau C. Sedangkan pada stadium D, perawatan hanya akan berfokus pada meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

  1. Pengangkatan kanker hati melalui pembedahan (operasi)

Bedah reseksi dilakukan dengan mengangkat sel-sel bersifat kanker melalui operasi. Pada umumnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk memulihkan organ Anda setelah operasi. Namun Anda sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit dalam waktu 6-12 hari setelah operasi.

Namun seperti semua prosedur medis, bedah reseksi juga memiliki risiko. Pada sebagian pasien, operasi reseksi hati menimbulkan komplikasi seperti infeksi, pendarahan, dan trombosis vena dalam.

Diperkirakan dari 30 orang yang menjalani operasi reseksi hati, terdapat 1 orang yang meninggal setelah atau saat operasi. Ini dikarenakan reseksi hati terkadang dapat menyebabkan komplikasi mematikan seperti serangan jantung.

  1. Transplantasi dengan donor hati

Transplantasi dapat dilakukan menggunakan organ dari orang yang sudah meninggal maupun pendonor yang masih hidup. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan.

Transplantasi dari orang yang meninggal akan menghadapi kondisi sebagai berikut:

– Dapat memakan waktu cukup lama untuk menunggu donor yang cocok.

– Hasilnya lebih baik dibanding dari pendonor yang masih hidup.

Sedangkan transplantasi dari pendonor yang masih hidup akan dihadapi pada kondisi berikut:

– Tidak perlu menunggu terlalu lama.

– Tingkat komplikasi prosedur yang lebih tinggi.

– Hasilnya cenderung tidak sebaik jika menggunakan hati dari seseorang yang sudah meninggal.

Selain itu, transplantasi hati hanya tepat dilakukan untuk kasus tertentu. Prosedur ini biasanya cocok jika tumor berdiameter kurang dari 5 cm. Namun  tidak akan bermanfaat jika Anda mengidap beberapa tumor atau satu tumor yang berdiameter lebih dari 5 cm.

Transplantasi hati dapat direkomendasikan untuk pengidap dengan tiga atau beberapa tumor dengan diameter kurang dari 3 cm. Prosedur ini juga direkomendasikan pada pengidap tumor yang sangat tidak responsif terhadap pengobatan hingga tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan tumor hingga enam bulan kemudian.

  1. Membunuh Sel Kanker dengan Frekuensi Radio

RFA atau Radiofrequency Ablation membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan ukuran tumor dengan proses pemanasan yang menggunakan aliran listrik.

Ablasi/pengangkatan dengan frekuensi radio dapat direkomendasikan sebagai langkah alternatif selain operasi untuk menangani kasus dengan satu atau beberapa tumor berdiameter kurang dari 5 cm.

Setelah menjalani prosedur, Anda dapat merasa tidak nyaman dan mengalami gejala menyerupai flu, seperti menggigil atau sakit otot selama beberapa hari. Walau jarang, komplikasi yang mungkin terjadi adalah pendarahan, infeksi, luka bakar kecil, atau kerusakan di sekitar organ.

Obat Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker rahim, berdasarkan namanya pastinya Anda tahu kalau kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang kaum wanita. Butuh waktu yang lama, 10 hingga 20 tahun untuk menjadi penyakit kanker. Pada awalnya hanya sebuah infeksi biasa yang ada pada organ reproduksi wanita sehingga sulit untuk terdeteksi apakah itu benar-benar penyakit kanker serviks atau penyakit biasa.

Banyak kasus kanker serviks yang agak terlambat diketahui, kebanyakan ditemukan ketika telah sampai pada tahap yang sedang selain itu penyakit ini menunjukan gejala yang berbeda pada wanita satu dengan wanita lainnya dan juga obat kanker. Sehingga wanita perlu waspada terhadap penyakit kanker serviks ini terutama pada ciri-ciri awal atau gejala awal yang ditimbulkan.

Penyakit kanker serviks pada wanita hampir 90 persennya dipicu oleh Human Papilloma Virus atau HPV khususnya HPV 16 dan HPV 18. Karena kanker serviks ini agak sulit ketika didagnosa maka mengenali gejala-gejala yang timbul bisa dijadikan sebagai tindakan pencegahan.

Apa Sajakah Gejala Awal Penyakit Kanker Serviks?

Berikut ini merupakan gejala kanker serviks:

– Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).

– Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.

– Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.

– Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.

– Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.

– Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.

Sebagian besar kasus kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh karena tidak didapatkannya gejala pada stadium awal yang membuat pasien wanita tidak waspada.

Pengobatan terhadap kanker serviks tergantung pada beberapa faktor. Misalnya stadium kanker, jenis kanker, usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, kondisi medis lain yang sedang dihadapi, dan pilihan pengobatan yang diinginkan.

Memutuskan cara pengobatan terbaik bisa sangat membingungkan. Kanker serviks biasanya akan ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter dari berbagai spesialisasi. Tim ini akan membantu memilih cara terbaik melanjutkan pengobatan, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.Jenis penanganan menurut stadium kanker terbagi dua.

Yang pertama adalah penanganan kanker serviks tahap awal, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Dan yang kedua adalah penanganan kanker serviks stadium akhir, yaitu radioterapi dan/atau kemoterapi, dan kadang operasi juga perlu dilakukan.

Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil pap smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

– Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.

– Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.

– LLETZ atau large loop excision of transformation zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks.

  1. Operasi radical trachelectomy

Prosedur ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Anda masih berpeluang memiliki anak karena rahim tidak diangkat. Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Akan disarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

  1. Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan untuk berbagai alasan, salah satunya untuk operasi kanker serviks stadium awal. Agar kanker tidak kembali lagi, radioterapi juga mungkin perlu dilakukan.

Ada dua jenis operasi histerektomi. Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.

Yang kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Efek samping atau komplikasi jangka pendek dari operasi histerektomi adalah:

– Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum

– Infeksi

– Pendarahan

– Penggumpalan darah

Kemungkinan komplikasi jangka panjang dari operasi histerektomi adalah:

– Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya.

– Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

– Ketidakmampuan menahan kencing.

– Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan.

Meski risiko komplikasi ini kecil, tapi akan sangat menyulitkan jika terjadi. Dengan histerektomi, kehamilan tidak mungkin terjadi dan jika ovarium diangkat, ini juga bisa memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

  1. Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah operasi besar yang hanya disarankan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain.

Setelah operasi, vagina bisa direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Anda tetap bisa melakukan hubungan seks  beberapa bulan setelah operasi ini.

Terdapat dua tahapan pelvic exenteration yang harus dilewati. Tahap pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus.

Lalu tahap yang kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.